Daftar Aplikasi Trading di Indonesia yang Legal Maupun yang Belum Terdaftar

Daftar Isi

Aplikasi Trading di Indonesia - Menyebutkan semua aplikasi trading yang ada di Indonesia, baik yang resmi maupun tidak resmi, merupakan tugas yang cukup sulit mengingat ada banyak aplikasi yang terus muncul dan berubah. 

Namun, berikut adalah daftar aplikasi trading yang lebih dikenal dan sering digunakan, termasuk yang terdaftar resmi dan beberapa yang mungkin tidak resmi:

Aplikasi Trading di Indonesia

Aplikasi Trading Resmi (terdaftar di OJK atau lembaga terkait)

  1. IndoPremier Online Technology (IPOT)
  2. Mandiri Sekuritas Online Trading (MOST)
  3. Ajaib
  4. Stockbit
  5. MNC Trade New
  6. RTI Business
  7. Bibit
  8. Bareksa
  9. Mirae Asset Sekuritas (HOTSiT)
  10. Sinarmas Sekuritas (SimInvest)
  11. BCA Sekuritas (BCA Best Mobile)
  12. Phillip Sekuritas Indonesia (POEMS)
  13. BNI Sekuritas (Esmart)
  14. NH Korindo Sekuritas (NICE)
  15. Aplikasi Trading Forex dan Komoditas:
  16. MetaTrader 4/5 - digunakan oleh banyak broker forex
  17. HSB Forex Investasi
  18. OctaFX
  19. FBS
  20. Exness
  21. FXTM (ForexTime)
  22. XM
  23. IC Markets
  24. Tickmill

Aplikasi Tidak Resmi atau Belum Terdaftar

Beberapa aplikasi trading mungkin belum terdaftar di OJK atau lembaga terkait lainnya dan bisa dianggap tidak resmi. Namun, berikut adalah beberapa aplikasi yang perlu diwaspadai dan dicek legalitasnya sebelum digunakan:

  1. Binomo - Sering kali dianggap sebagai platform yang tidak resmi di Indonesia dan telah dilarang.
  2. Olymp Trade - Popularitasnya tinggi tetapi sering kali dianggap tidak sesuai dengan regulasi lokal.
  3. IQ Option - Platform ini populer secara global, namun legalitasnya di Indonesia sering dipertanyakan.
  4. ExpertOption
  5. Binary.com

Tips Sebelum Menggunakan Aplikasi Trading

  1. Pentingnya Mengecek Legalitas
  2. Sebelum menggunakan aplikasi trading, sangat penting untuk
  3. Memeriksa apakah aplikasi atau broker tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).
  4. Membaca ulasan dan mencari informasi tentang reputasi platform tersebut.
  5. Berhati-hati dengan janji keuntungan yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Dengan cara ini, Anda bisa menghindari risiko dan potensi penipuan yang mungkin terjadi saat menggunakan aplikasi trading.

Andrew R.
Andrew R. Panggil saja Andrew. Aktif riset, menulis dan membagikan artikel menarik sejak tahun 2018 sampai saat ini.

Posting Komentar